“ILMU BUDAYA DASAR”
Pengertian
ilmu budaya dasar
Suatu
ilmu yang mempelajari dasar-dasar kebudayaan dalam masala-masalah manusia dalam
kebudayaan. merupakan jalan atau arah dalam hidup jasmani maupun rohani.
Latar Belakang Ilmu Budaya Dasar
Latar belakang Ilmu Budaya Dasar dalam konteks budaya, Negara dan masyarakat:
·
Kenyataannya
bahwa bangsa Indonesia terdiri atas berbagai suku bangsa dengan berbagai macam
keanekaragaman budaya
·
Proses
pembangunan yang berlangsung terus-menerus menimbulkan dampak positif dan
negatif yang mengakibatkan terjadinya perubahan dab pergeseran budaya sehingga berdampak pula pada mental
manusia, bahkan akibat lebih jauh dapat menimbulkan konflik dalam kehidupan .
·
Kemajuan IPTEK
dapat menimbulkan perubahan kondisi kehidupan manusia, sehingga manusia bingung
sendiri terhadap kemajuan yang telah dicapainya. Dampak negativenya dari
penerapan IPTEK manusia nenjadi resah dan dapat di salah gunakan.
Lingkup Ilmu Budaya Dasar
Ilmu budaya dasar identik dengan
“BASIC HUMANITIES”, berasal dari kata latin “Humanus” yang artinya manusiawi,
berbudaya dan halus. Dengan mempelajari IBD diharapkan seseorang menjadi
lebih manusiswi, lebih berbudaya, dan lebih halus.
Ruang lingkup/ pokok bahasan IBD
Pokok bahasan Ilmu Budaya Dasar adalah “kemanusiaan
dan budaya”, manusia menempati posisi central dan tidak saja sebagai subjek,
akan tatapi sekaligus menjadi objek pengkajian. Dalam hubungan ini perlu
dipahami hubungan manusia dengan alam, hubungan manusia dengan Tuhanya, dan
manusia mengenal dirinya sendiri.
Pokok-pokok bahasan IBD:
1. Manusia dan cinta kasih.
2. Manusia dan keindahan .
3. Manusia dan penderitaan.
4. Manisia dan keadilan.
5. Manusia dan pandangan hidup.
6. Manusia dan tanggung jawab serta pengabdian.
7. Manusia dan kegelisahan.
8. Manusia dan harapan.
“KEBUDAYAAN”
Pengertian
Bahasa Belanda => Cultuur
Bahasa Inggris => Culture
Bahasa Latin
=> Colere
Colere = mengolah, mengerjakan, menguburkan, dan
mengembangkan terutama mengolah tanah/ bertani.
Dari segi arti “cukture” berkembang sebagai
segala daya dan aktifitas manusia untuk mengolah dan mengubah alam.
Bahasa Indonesia = Sangsakerta “ Budhayah “ yaitu bentuk
jamak dari kata “ Budhi “ yang
berarti ‘” Budi atau Akal “.
Budaya
adalah daya dari budi yang berupa cipta, rasa dan karsa.
Kebudayaan
adalah Hasil dari cipta, rasa dan karya manusia.
Definisi
Kebudayaan
Kuncaraningrat : “ Kebudayaan berarti keseluruhan gagasan dan karya
manusia yang harus dibiasakan dengan belajar serta keseluruhan dari hasil budi
pekertinya “.
Taylor : ‘” Suatu kesatuan atau jalinan kompleks yang meliputi
pengetahuan, kepercayaan, kesenian, susila, hokum, adat istiadat dan
kesanggupan – kesanggupan lain yang diperoleh seseorang sebagai anggota
masyarakat”.
H.Agus Salim : “ Kebudayaan merupakan kestuan istilah budi dan
daya menjadi makna sejiwa dan tidak dapat dipisah – pisahkan”.
Kesimpulan : Kebudayaan adalah hasil dari budi manusia untuk
mencapai kesempurnaan hidup.
Hasil budi
atau kebudayaan manusia dibagi menjadi dua macam :
1. Kebudayaan material, yaitu kebudayaan lahir, atau
kebudayaan yang berwujud kebendaan. Contoh : handphone, rumah, mobil, TV,dsb.
2. Kebudayaan immaterial, yaitu kebudayaan yang tidak
berwujud. Contoh : adat istiadat, bahasa, ilmu pengetahuan,dsb.
Wujud Kebudayaan dan Unsur – unsurnya
Kuncaraningrat
menguraikan wujud kebudayaan menjadi tiga, yaitu :
1. Wujud kebudayaan ideal, yaitu kompleks dari gagasan –
gagasan atau ide – ide, nilai nilai,
norma-norma
2. Wujud kebudayaaan sebagi suatu kompleks aktifitas
serta tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat ( sistim social )
Sistem =
Satu kesatuan yang terdiri dari berbagai unsur yang saling berkaitan
3. Wujud kebudayaan
sebagai benda – benda hasil karya manusia.
Unsur kebudayaan yang bersifat universal :
1. Peralatan dan perlengkapan hidup manusia sehari –
hari.
Contoh : pakaian, alat rumah tangga, perumahan, sarana
transfortasi, dsb.
2. Sistem mata pencaharian dan ekonomi
Contoh : pertanian, peternakan, system produksi
3, Sistem kemasyarakatan
Contoh : system perkawinan, warisan, paguyuban.
4. Bahasa sebagai media komunikasi
5. Ilmu pengetahuan
6. Kesenian
7. Sistem religi ( Keyakinan ).
HUBUNGAN
ANTARA MANUSIA, MASYARAKAT dan KEBUDAYAAN
Kebudayaan
Nasional Indonesia
Kebudyaan Nasional Indonesia dibagi
menjadi dua macam berdasarkan berbagai pendapat :
1. Kebudayaan Nasional = Berupa puncak dari budaya suku –
suku yang menghuni Indonesia
2. Kebudayaan Nasional = Hasil sintesa dari berbagai jenis budaya
suku – suku yang membentuk pola baru.
Faktor
manusia dan lingkungan yang sangat beragam sangat menentukan budaya yang beragam
pula.
Contoh
Kebudayaan Nasional :
1. Berbahsa Indonesia
2. Lagu kebangsaan “ Indonesia Raya “.
3. Lambang Negara “ Garuda Pancasila “
4. Dasar Negara “ Pancasila “
5. UUD’45 Sumpah Pemuda
6. Sikap ramah dan gotong royong.
PERILAKU
= Fungsi hubungan antar Individu dan lingkungan.
ORIENTASI NILAI BUDAYA
Kluckhohn
( Antropolog ) = Sistem nilai budaya dalam masyarakat dimanapun secara
universal menyangkut lima (5) masalah pokok kehidupan manusia, yaitu :
1.
Hakekat Hidup Manusia ( Manusia – Hidup)
Hakekat hidup untuk setiap kebudayaan
berbeda secara exstrim, ada yang berusaha untuk memadamkan hidup, dana adapula
dengan pola-pola kelakuan tertentu menganggap hidup sebagai suatu hal yang
baik.
2.
Hakekat Karya Manusia ( Manusia – Karya )
Setiap kebudayaan hakekatnya berbeda –
beda, diantaranya ada ynag beranggapan bahwa karya bertujuan untuk hidup, karya
memberikan kedudukan atau kehormatan dan karya merupakan gerak hidup untuk
menambah karya lagi.
3.
Hakekat Waktu Manusia ( Manusia – Waktu )
Hakekat waktu untuk setiap kebudayaan
berbeda – beda, ada yang berpandangan mementingkkan orientasi masa lampau, ada
pula yang berpandangan untuk masa kini dan masa yang akan datang.
4.
Hakekat Alam Manusia ( Manusia – Alam )
Ada kebudayaan ynag menganggap manusia
haus mengeksploitasi alam atau memanfaatkan alam semaksimal mungkin dan adapula
kebudayaan yang beranggapan bahwa manusia harus harmonis dengan alam dan
manusia harus menyerah kepada alam.
5.
Hakekat hubungan Manusia ( Manusia – Manusia )
Dalam hal ini ada yang mementingkan
hubungan manusia dengan manusia, dan ada pula yang berpandangan individualistis
atau menilai tinggi kekuatan sendiri.
Masalah Dasar Dalam Hidup :
I.
Hakekat Hidup (MH)
1. Hidup itu buruk
2. Hidup ini baik
3. Hidup itu buruk tapi manusia wajib
berikhtiar supaya menjadi baik.
II.
Hakekat Karya ( MK)
1. karya itu untuk nafkah hidup
2. Karya itu untuk kedudukan, kehormatan, dll
3. karya itu unutuk menambah karya
III.
Persepsi Manusia tentang Waktu (MW)
1. Orientasi masa kini
2. Orientasi ke masa lalu
3. Orientasi ke masa depan
IV.
Pandangan Manusia Terhadap Alam (MA)
1. Manusia tunduk kepada alam yang luar biasa
2. Manusia menjaga keselarasan dengan alam
3. Manusia bersahabat menguasai alam
V.
Hakekat Hubungan Antar Manusia (MM)
1. Orientasi rasa ketergantungnan pada
sesama ( gotong royong )
2. Orientasi rasa kebergantungan
kepada yang lebih tinggi
3. Individualisme = menilai tinggi
kekuatan sendiri ( sombong )
PRINSIP
- PRINSIP PERKEMBANGAN PADA MANUSIA
1. Perkembangan itu mengikuti pola-pola tertentu dan
berlangsung secara teratur
2. Perkembangan itu menuju keperbedaan dan integrasi dari
gerakan – gerakan yang bersifat masal berkembang menjadi gerakan – gerakan
khusus, sehingga akhirnya terjadi koordinasi dan integrasi antara orang satu
dengan orang lain.
3. Pertumbuhan dan perkembangan tidak terjadi secara tiba
– tiba, tetapi berangsur – angsur secara teratur dan terus – menerus
4. Suatu tingkat perkembangan dipengaruhi oleh tingkat
perkembangan selanjutnya.
5. Perkembangan antara anak yang satu dengan anak yang
lain berbeda.
Fungsi – Fungsi Keluarga
Keluarga adalah merupakan kelompok
primer yang paling penting dalam masyarakat. Keluarga dalam bentuk yang murni
merupakan satu kesatuan social yang tediri dari suami, istri, dan anak – anak.
Sifat
– Sifat Dalam Keluarga:
1. Hubungan suami – istri
( Monogami, Poligami)
2. Bentuk perkawinan, dimana suami istri diadakan dan
dipelihara
3. Pada umunya keluarga mempunyai tempat tinggal / rumah
bersama.
Sifat
– Sifat Khusus Keluarga
1. Universalitas = umum, berlaku dalam masyarakat
2. Dasar emosional = rasa kasih sayang satu sama lain
3. Membentuk watak daripada individu – individu
4. Kedudukan yang sentral dalam struktur social
Kriteia
atau Pedoman Untuk Mencari Jodoh
1. Faktor biologis => kesehtan, ras, umur, warna kulit
2. Faktor intelegensia / kecerdasan.
3. Faktor tempramen => karakter, watak
4. Faktor ekonomi
5. Faktor asal – usul
Funsi
keluaraga meliputi pemenuhan kebutuhan biologis dan emosional :
1.
Pendidikan
2.
Ekonomis
3.
Pengawasan social
( social control )
Manusia dan Cinta Kasih
Makna Kasih Sayang
Kamus
B.Indonesia = Perasaan sayang, persaaan
cinta atau persaan suka kepada seseorang.
Dalam kehidupan berumah tangga kasih
sayang merupakan kunci kebahagiaan. Kasih sayang meruapkan pertumbuhan dari
cinta.
Di
dalam kasih sayang dituntut bagi semua pihak untuk :
-
Memiliki tanggung
jawab
-
Pengorbanan
-
Kejujuran
-
Saling percaya
-
Saling pengertian
-
Saling terbuka
Sehingga
semuanya itu merupakan suatu kesatuan yang utuh.
Kasih sayang dialami oleh setiap manusia, karena
merupakan bagian hidup manusia. Kasih sayang yang berlebihan cenderung merupakan
pemanjaan terhadap seseorang yang berakibat tidak baik, yaitu bisa berprilaku
sombong, boros, tidak soleh, dan tidak menghormati orang tua.
Kasih Sayang dalam Keluarga
Kemesraan = Perwujudan dari cinta yang meningkat
menjadi kasih sayang yang mendalam.
Kemesraan = Hubungan akrab antara pria dengan wanita atau
suami istri.
Kemesraan dapat membangkitkan daya
kreatifitas manusia untuk menciptakan dan menikmati seni budaya, seni sastra,
musik, tari, melukis, dan sebagainya.
Makna Pemujaan
Kehidupan
manusia = perwujudan cinta manusia kepada Tuhan.
Kecintaan manusia kepada Tuhan tidak
dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Hal ini dikarenakan pujaan kepada
Tuhan adalah inti dan makna kehidupan yang sebenarnya.
Makna Belas Kasian
Makna
cinta ada 3 macam, yaitu :
1. Cinta AGAPE = cinta manusia kepada Tuhan yang
diterangkan dalam kegiatan belajar.
2. Cinta PHILIA = cinta kepada Ayah, Ibu,dan saudara
3. Cinta EROS / AMOR = cinta diantara pria dan wanita.
Cinta
EROS = disebabkan karena kodrat sebagai
laki – laki dan perempuan.
Dalam kehidupan keluarga atau
kehidupan bermasyarakat perlu dikembangkan wujud rasa belas kasihan. Manusia
menaruh belas kasihan kepada orang lain karena belas kasihan adalah perbuatan
yang berbudi atau orang yang berahlak.
NILAI
= Segala sesuatu yang berguna (value) bagi kehidupan manusia.
Cinta Kasih
Mancintai dan mengasihi seseorang
bukan hanya merupakan persaan yang kuat, tapi juga merupakan suatu putusan,
suatu penilaian dan suatu perjanjian.
Sumber :
